Monday, 24 December 2012

Hidup Kita Untuk Apa?

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang

Hidup....apakah yang kita fikir tentang hidup kita? Adakah sekadar makan, tidur, kerja, kereta, handphone & komputer? Kita bukanlah hidup-hidupan, yang tidak mempunyai makna dalam 'our soul' untuk menjadikan kehidupan kita lebih 'berjaya' dan lebih 'something'. Zahir yang terlihat oleh dua mata kita, hanyalah material dan luaran semata-mata...tidak bermakna...ianya hanya alat...bukan malamat...tapi dalaman hati kita itu jauh lebih penting, yang mungkin tidak dapat dilihat oleh 'dua mata' tetapi hanya dapat dilihat dari 'mata hati' kita yang hanya ada satu...mengapa 'mata hati' kita hanya ada satu Tuhan anugerahkan? dan bukan dua seperti mata yang melihat? kerana mungkin 'mata hati' yang satu lagi ada pada manusia lain....

Bukankah Tuhan menciptakan semua berpasang-pasangan...untuk apa? untuk kita mengagumi kekuasaanNya yang Maha Bijaksana mengatur perjalanan hidup manusia...Kadang-kadang bila kita terlalu memikirkan masalah kita, kita lupa...sebenarnya Allah lebih TAHU apa yang telah di TAKDIRKAN...kerana DIA pencipta kita...kita hanya makhluk yang dicipta...sedangkan tentang diri kita sendiri pun kita tidak begitu TAHU...sebagaimana DIA yang MAHA TAHU...Percayalah semua yang diaturkan pasti ada hikmah tersembuyi bagi orang-orang yang berfikir. Itulah tujuannya Tuhan ciptakan kita akal, untuk kita berfikir secara 'betul' dan secara waras...kerana itulah kita dituntut menuntut ilmu dan belajar hingga ke liang lahad agar akal kita dipandu oleh ilmu yang 'sahih' supaya kita tidak tersesat...

Hidup kita sebenarnya hanya untuk Allah, untuk agama Allah...Tapi kita seringkali gunakan hidup kita hanya untuk 'diri kita' kerana kita hanya ingin 'rasa selesa' tak ingin susah, sakit, sedih untuk Allah...tanya pada hati kita, mengapa kita sanggup bersedih kerana manusia biasa...sedangkan kita tidak sanggup bersedih hanya untuk Allah...Allah tahu apa kelemahan kita dan apa kekuatan kita...Jadi, Dia sengaja menguji kita dengan kelemahan kita..supaya kita 'improve' lagi kelemahan itu...agar ia tidak lagi menjadi kelemahan untuk kita...Jika kita dapat harungi dugaan yang Allah timpakan dengan berjaya tanpa mengulagi kesalahan dan kesilapan lepas, Allah akan naikkan darjat kita lebih tinggi lagi..tapi jika kita lemah dan gagal...darjat kita akan menjadi lebih rendah hingga boleh jadi manusia yang hina...hina dengan dosa...
  
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. – Al Baqarah(2): 216

Biasanya, perkara yang kita PERLU buat, agak perit dan kita TAK SUKA nak buat...Tetapi perkara yang kita SUKA buat sebenarnya perkara yang kita TAK PERLU buat..sebab itulah perlunya kita berperang dengan keinginan diri kita untuk buat perkara yang kita PERLU buat untuk kebaikan kita juga,,,bukan untuk orang lain pun...faedahnya nanti kita juga yang merasa...dalam kubur nanti hanya kita yang disoal..seorang diri..

Semua manusia inginkan bahagia..manusia menyangka bahagia itu miliknya. Manusia lupa yang bahagia itu milik Allah dan DIA berhak memberi kepada siapa yang DIA inginkan..Oleh itu kita sama sekali tidak layak mempersoalkan ketentuan DIA...Cuba bayangkan..betapa terlalu banyak nikmat Allah yang melimpah ruah Tuhan kurniakan untuk kita...bagaikan seluas air di lautan..tetapi Allah hanya tarik 'setitis' nikmat dari lautan itu...Tapi kita dah rasa macam kita dah hilang 'satu lautan'..sedangkan terlalu banyak lagi air di lautan tersebut, tapi yang setitis itu jugalah yang kita fikirkan dan sedihkan,,,betapa tamak dan tak bersyukurnya manusia akan nikmat-Nya....

Dan sememangnya sedikit sekali di antara hamba-hambaKu yang bersyukur. ( Saba’ : 13 )

Ingatlah kata-kata ini...'kalau kita hanya tiada selipar atau kasut yang nak dipakai untuk meneruskan perjalanan kita yang masih jauh di hadapan, ada insan yang langsung tidak berkaki untuk meneruskan perjalanannya....tetapi insan yang tidak berkaki itu lebih hebat dari kita kerana dia 'kaya jiwa dan budi'...

Ukuran kebahagiaan sebenarnya dari hati kita sendiri...bukan faktor luaran..itulah bahagia yang sebenar..kebahagiaan yang dari dalam hati kita, cuba kita sebarkan ke luar.....malangnya bagaimana kita ingin sebarkan bahagia jikalau hati kita sendiri tidak bahagia....kita akan derita jika kita harapkan 'sesuatu' dari luar yang akan bahagiakan ke dalam hati kita...Jadi, kalau kita mahu bahagia cintailah Allah & Rasulullah. Bunyi macam mudah..hendak 'implement' dalam kehidupan pasti bukan mudah..hakikatnya, itulah 'nilai' harga yang perlu dibayar untuk kebahagiaan!

Allah berfirman yang bermaksud: "Iaitu orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati akan menjadi tenteram." (Surah ar-Ra'd, ayat 28)

Jika kita fikir mengapa banyak perkara yang kita ingini tidak terjadi, katakan pada diri banyak mana suruhan dari ILAHI yang tidak kita turuti!



 p/s- inilah nota hati seorang gadis yang sedang mencari kekuatan & kebahagiaan yang lebih sejati dan abadi. Yang baik datang dari DIA, yang buruk dan lemah itu dari diri saya sendiri..

Yang Benar,
Pencari Ketenangan.

No comments:

Post a Comment